Teknik renang gaya trudgen adalah salah satu gaya yang paling menarik dalam sejarah renang. Dinamai dari John Trudgen, gaya ini menggabungkan gerakan lengan atas (overarm stroke) dengan tendangan gunting yang kuat, menjadikannya perpaduan unik antara kekuatan dan ritme.
Meski kini tidak sepopuler gaya bebas, mempelajari gaya trudgen memberikan banyak manfaat seperti meningkatkan daya tahan, variasi teknik, dan efektivitas di perairan terbuka.
Panduan pemula ini akan menjelaskan semua yang perlu Anda ketahui—dari asal-usul, perbedaan utama, petunjuk langkah demi langkah, hingga kesalahan umum yang harus dihindari. Di akhir panduan ini, Anda akan memiliki pengetahuan untuk mencoba gaya trudgen dengan percaya diri.
Apa Itu Gaya Renang Trudgen?

Gaya trudgen adalah gaya renang yang menggabungkan gerakan lengan atas seperti gaya bebas dengan tendangan gunting yang khas. Umumnya dilakukan dalam posisi miring dengan sedikit rotasi tubuh, gaya ini menggunakan tarikan tangan bergantian seperti gaya bebas, namun mengganti tendangan flutter dengan gerakan gunting menyamping.
Tendangan ini memberikan dorongan kuat, menjadikan gaya trudgen unik dan efisien, terutama untuk renang jarak jauh.
Gaya ini dinamai dari John Trudgen, perenang asal Inggris yang mempopulerkannya pada tahun 1873 setelah mempelajari teknik serupa dari perenang Amerika Selatan. Pada masanya, gaya ini merevolusi renang kompetitif karena lebih cepat daripada gaya dada yang saat itu paling umum. Adaptasi Trudgen—yang menggabungkan elemen gaya samping dan gerakan lengan ritmis—menjadi dasar berkembangnya gaya bebas modern.
Meski tidak lagi digunakan dalam kompetisi, gaya trudgen tetap relevan. Banyak perenang melatihnya untuk mengembangkan koordinasi, memperkuat stamina, dan merasakan ritme renang yang berbeda—terutama di perairan terbuka. Kombinasi kekuatan tubuh bagian atas dan presisi kaki menjadikan gaya ini latihan silang (cross-training) yang sangat baik.
Gaya Trudgen vs Gaya Bebas: Apa Bedanya?
Perbedaan utama terletak pada gerakan kaki. Gaya bebas menggunakan tendangan flutter terus-menerus, sedangkan gaya trudgen memakai tendangan gunting—di mana kedua kaki terbuka lebar ke samping lalu menutup dengan cepat dan kuat.
Ini memengaruhi cara dorongan dihasilkan dan juga irama gerakan.
Perbedaan lain terlihat pada pola pernapasan dan pemulihan lengan. Dalam gaya bebas, pernapasan dilakukan lebih sering dengan memutar kepala ke samping hampir setiap dua atau tiga gerakan tangan. Gaya trudgen biasanya menyelaraskan napas dengan tendangan gunting, sehingga ritmenya lebih lambat dan terkontrol.
Gaya bebas memiliki pemulihan lengan yang cepat dan halus dengan sedikit rotasi tubuh. Sebaliknya, gaya trudgen membutuhkan rotasi samping yang lebih terasa untuk mendukung tendangan dan napas.
Dalam beberapa kondisi, masing-masing gaya memiliki keunggulannya. Gaya bebas lebih cepat dan cocok untuk lomba atau renang di kolam. Namun, gaya trudgen sering lebih disukai untuk renang jarak jauh atau di perairan terbuka karena tendangan gunting membantu menghemat energi dan menjaga stabilitas di air yang bergelombang.
Bagi pemula atau mereka yang ingin variasi, kedua gaya ini saling melengkapi untuk meningkatkan koordinasi tubuh dan kepercayaan diri di air.
Teknik Gaya Trudgen: Langkah-Langkah untuk Perenang

Meskipun terlihat rumit, gaya trudgen menjadi jauh lebih mudah dipahami saat dipecah menjadi beberapa bagian:
Posisi Tubuh
Jaga tubuh tetap streamline dan horizontal. Tubuh harus rata di permukaan air dengan pinggul dan kaki sejajar di bawah garis air. Kepala berada dalam posisi netral, dengan mata sedikit mengarah ke depan dan bawah.
Aktifkan otot inti untuk menjaga kestabilan dan mengurangi hambatan. Bayangkan tubuh sebagai garis lurus dari kepala hingga kaki, kencang namun rileks.
Bayangkan tulang belakang sebagai sumbu rotasi tubuh saat Anda berenang. Hindari mengangkat kepala terlalu tinggi agar tidak mengganggu keseimbangan.
Mulai dengan Gerakan Tangan
Gerakan tangan mirip dengan gaya bebas tapi dengan penyesuaian. Satu tangan memanjang ke depan, sementara tangan lainnya melakukan tarikan kuat di bawah air. Tarik lengan membentuk lengkungan ke bawah dan ke luar, lalu dorong ke belakang hingga sejajar pinggul.
Pastikan siku tetap tinggi selama fase tarikan agar daya dorong maksimal. Saat fase pemulihan, angkat lengan ke atas air dengan gerakan halus dan kembali masuk air dengan jari-jari terlebih dahulu.
Gerakan harus terkendali, tidak terburu-buru, untuk menjaga ritme dan menghemat energi.
Koordinasikan Tendangan Gunting

Tendangan gunting memberi dorongan besar yang menyempurnakan gerakan lengan. Tekuk lutut sedikit dan buka kedua kaki—satu maju, satu mundur—lalu rapatkan dengan cepat dan kuat.
Tendangan ini biasanya dilakukan setiap dua gerakan tangan, bersamaan dengan fase pernapasan, untuk menjaga keseimbangan dan dorongan.
Latih tendangan dengan berenang menyamping dan satu tangan lurus ke depan. Latihan lambat dengan gerakan yang dilebih-lebihkan juga efektif untuk membangun memori otot.
Teknik Pernapasan
Pernapasan dilakukan ke samping seperti gaya bebas, biasanya diselaraskan dengan tendangan gunting. Saat satu lengan pulih di atas air dan tubuh sedikit berputar, ambil napas singkat ke samping.
Idealnya, tarik napas sebelum lengan masuk air kembali agar tidak mengganggu alur stroke.
Latih pernapasan setiap dua atau empat gerakan, dan fokuslah menghembuskan napas saat wajah berada di dalam air.
Jaga Ritme dan Waktu
Gaya trudgen mengikuti ritme dua-beat: dua gerakan lengan untuk setiap satu tendangan gunting. Tendangan dilakukan saat lengan kedua memulih, biasanya bersamaan dengan napas.
Keselarasan ini menjaga aliran gerakan dan mencegah pemborosan energi.
Untuk membangun ritme, cobalah menghitung setiap gerakan atau gunakan metronom tahan air. Latihan lambat dan terkendali juga membantu membentuk pola gerakan yang stabil.
Putaran dan Dorongan Saat Berenang Bolak-Balik
Saat mendekati dinding, perkirakan dua gerakan terakhir agar Anda menyentuh dinding dengan satu tangan dan tubuh sedikit berputar. Ini mempersiapkan kaki untuk mendorong kembali dari dinding.
Dorongan dilakukan dari posisi merapat, kaki menempel di dinding. Dorong kuat, lalu meluncur dalam posisi streamline—tangan lurus ke depan, kepala masuk, tubuh sejajar.
Latih proses ini perlahan terlebih dahulu agar tetap seimbang dan mudah kembali ke ritme stroke.
6 Kesalahan Umum dalam Gaya Trudgen (dan Cara Mengatasinya)

1. Terlalu Mengandalkan Lengan
Mengandalkan kekuatan lengan saja bisa menyebabkan kelelahan cepat dan stroke tidak seimbang. Gaya trudgen seharusnya menggunakan seluruh tubuh. Latih dengan drill seperti side-kicking dan tarikan satu tangan untuk memperkuat koordinasi.
2. Teknik Tendangan Gunting yang Lemah
Tendangan tidak efektif jika lutut terlalu ditekuk atau tidak diluruskan sepenuhnya. Gerakan harus berasal dari pinggul dan dilakukan dengan kontrol. Latih dengan kickboard atau tendangan vertikal untuk membangun kekuatan.
3. Waktu Pernapasan yang Tidak Tepat
Mengambil napas terlalu lambat bisa memutus alur stroke. Waktu terbaik adalah saat pemulihan lengan dan rotasi tubuh. Latihan menggunakan snorkel atau side-glide drills sangat membantu.
4. Tidak Ada Rotasi Tubuh

Tanpa rotasi, gerakan terasa kaku dan sulit mengambil napas. Rotasi ringan membantu tangan keluar dan masuk air dengan lancar. Latih dengan single-arm swimming dan side-kicking drills.
5. Ritme dan Waktu Tidak Konsisten
Ketidaksinkronan antara lengan, tendangan, dan napas membuat stroke terasa berat. Bangun ritme 1-2 yang teratur dan gunakan metronom atau hitungan internal untuk membantu kestabilan.
6. Kepala Terlalu Tinggi
Mengangkat kepala saat bernapas meningkatkan hambatan dan membuat pinggul turun. Idealnya, jaga satu sisi kacamata tetap di bawah air saat bernapas ke samping. Gunakan papan pelampung atau tali lintasan sebagai panduan visual.
Kesimpulan Tentang Gaya Renang Trudgen
Menguasai gaya trudgen bukan sekadar mempelajari gaya renang klasik—ini adalah cara meningkatkan daya tahan, koordinasi tubuh, dan variasi teknik.
Perpaduan unik antara gerakan lengan atas dan tendangan gunting menantang kendali tubuh secara keseluruhan. Dengan latihan rutin dan fokus pada teknik, Anda akan melihat peningkatan kekuatan dan keluwesan.
Jika Anda serius ingin meningkatkan keterampilan renang—untuk diri sendiri maupun anak—pertimbangkan JustSwim Indonesia. Didirikan pada 2020 oleh tim atlet renang, triatlet, dan penyelamat berpengalaman, JustSwim menawarkan pelatihan privat sesuai kebutuhan Anda.
Dengan pendekatan pengajaran unik dan pelatih sabar yang profesional, Anda akan membangun kepercayaan diri dan menguasai setiap gaya renang secara efektif.
Hubungi kami sekarang untuk merasakan pengalaman pelatihan renang personal dari JustSwim Indonesia—karena renang terbaik Anda dimulai dengan bimbingan yang tepat.
Pertanyaan Umum Tentang Gaya Renang Trudgen
Apakah gaya trudgen cocok untuk lansia?
Ya, cocok untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan. Namun karena tendangan gunting bisa memberi tekanan pada pinggul, sebaiknya dilakukan dengan bimbingan pelatih.
Apa manfaat kesehatan dari gaya trudgen?
Tentu! Gaya ini melibatkan otot inti, bahu, dan kaki, serta meningkatkan kebugaran jantung dan koordinasi tubuh secara keseluruhan.
Kapan waktu terbaik mengenalkan gaya trudgen dalam latihan?
Setelah menguasai gaya dasar seperti gaya bebas dan gaya dada, serta nyaman dengan pernapasan samping dan rotasi tubuh.
Apakah gaya trudgen cocok untuk renang jarak jauh?
Bisa sangat efektif di perairan terbuka karena tendangan gunting hemat energi. Namun untuk lomba kompetitif, gaya bebas tetap lebih cepat.
Apakah pelatih renang masih mengajarkan gaya trudgen?
Ya, walau bukan gaya lomba resmi, banyak pelatih mengajarkannya untuk variasi teknik dan pelatihan kondisi fisik.





